Lubang Resapan Biopori

biopori
Kali ini kita akan membahas tentang salah satu teknologi sederhana yang berbasis lingkungan. Inilah yang akan kita bahas
  1. Pengertian Biopori
  2. Manfaat Biopori 
  3. Cara membuat Biopori 
  4. Cara kerja Biopori 
  5. Salah kaprah tentang Biopori 

Pengertian Biopori
Biopori berasal dari kata Bio (artinya makhluk hidup) dan Pori (artinya lubang), jadi Biopori dapat diartikan sebagai lubang yang terbentuk akibat aktivitas makhluk hidup (mikroba). Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan teknologi sederhana yang dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor. Latar belakang penemuan teknologi Lubang Resapan Biopori ini adalah sering terjadinya banjir di kota-kota besar di Indonesia yang dikarenakan kurangnya daerah resapan air di daerah tersebut. Teknologi Biopori berfungsi untuk meresapkan air ke dalam tanah sehingga air tidak menggenang di permukaan tanah. Selain itu, lubang penampang Biopori juga bisa digunakan untuk membuat kompos dengan cara memasukkan sampah organik ke dalam lubang penampang Biopori.

Manfaat Biopori
1. Mencegah terjadinya banjir
2. Persediaan air tanah terjamin
3. Mencegah terjadinya erosi dan tanah longsor
4. Lubang penampangnya dapat menjadi tempat pembuatan kompos

Cara Membuat Biopori
  1.  Siapkan alat dan bahan 
    • Bor 
      bor biopori
      source : madiunberkebun.files.wordpress.com
    • Pipa berdiameter 10-30 cm 
      source : productsdb.com
    • Sampah organik (daun, rumput, dll)
      source: bandarsampah.blogdetik.com
  2. Carilah tempat yang sesuai untuk membuat Lubang Resapan Biopori (seperti: taman, halaman, atau pekarangan rumah)
  3. Mulailah membuat lubang vertikal berdiameter 10 - 30 cm dengan kedalaman 100 cm menggunakan bor 
  4. Setelah terbentuk lubang, masukkan pipa ke dalam lubang. Pemasangan pipa ini bertujuan untuk mencegah terjadinya longsor di dalam lubang penampang resapan biopori 
  5. Masukkan sampah organik ke dalam lubang penampang Biopori. Sampah organik mengundang datangnya mikroba yang berujung pada terbentuknya Biopori. Sampah organik juga bisa dipanen sebagai pupuk kompos setelah beberapa lama dipendam.
  6. Tepi lubang dapat dipekuat dengan semen jika perlu. 

Cara Kerja Lubang Resapan Biopori
source: biopori.com
Setelah kita membuat lubang penampang biopori. Mikroba yang berada di sekitar lubang penapang biopori akan tertarik dengan aroma sampah yang ada di dalam lubang penampang. Aktivitas mikroba tersebut mengakibatkan terbentuknya lubang-lubang halus di sekitar lubang penampang. Lubang-lubang halus inilah yang disebut Biopori. Ketika hujan, air akan memenuhi lubang penampang. Kemudian air akan menyebar ke segala arah melalui lubang-lubang kecil. Dengan demikian air yang terserap lebih banyak, dan resiko terjadinya banjir pun dapat diperkecil. Ketersediaan air tanah juga terjamin.

Salah Kaprah Tentang Biopori 

Salah kaprah tentang biopori 
Masih banyak yang beranggapan bahwa lubang resapan biopori adalah lubang besar yang kita buat dengan menggunakan bor seperti yang ditunjukkan oleh kotak merah gambar di atas. Namun lubang biopori yang sesungguhnya bukanlah lubang besar itu, melainkan lubang lubang kecil yang berada di sekitar lubang besar tersebut. Seperti gambar di bawah
Biopori yang sesungguhnya 

sumber:  
Pelita Pendidikan Lingkungan Hidup SMA Kls. XII smt.1 
biopori.com
Read More

Soal UN Lebih Mudah daripada TO ?

Ujian Nasional, monster berwujud bundelan soal yang selalu membuat para pelajar ketakutan. Bukan cuma siswa yang merasakan ketakutan tersebut, Guru-guru pun merasakannya. Nama baik sekolah sangat tergantung dari tingkat kelulusan siswanya di event UN ini. Image sekolah di masyarakat berbanding lurus dengan persentase siswa yang lulus Ujian Nasional. Artinya semakin besar persentase kelulusan siswa di suatu sekolah, maka image sekolah tersebut di masyarakat semakin baik. Tak heran banyak sekolah-sekolah yang menempuh berbagai cara untuk membuat siswanya lulus 100%.
Di kalangan siswa timbul isu, katanya "soal UN lebih gampang dibanding soal TryOut". Benarkah ?
Kesan soal UN lebih mudah dari soal TryOut ini disebabkan oleh kesiapan kita saat Ujian Nasional jauh melebihi kesiapan kita saat TryOut. Saat menghadapi tryout, kita belum terbiasa dengan jenis-jenis soal yang disajikan. Coba bandingkan pada saat menghadapi UN. Jenis-jenis soal yang disajikan sudah sangat familiar. Ditambah lagi kita sudah ditempa dengan beberapa kali tryout. Dengan begitu soal Ujian Nasional terkesan lebih mudah dibanding soal try out.
Namun sebagian orang beranggapan lain. Mereka beranggapan bahwa soal UN memang lebih mudah dibanding soal TO. Hal ini bertujuan untuk melatih para siswa untuk mengerjakan soal-soal sulit pada saat TO agar pada saat mengerjakan soal UN yang tingkat kesulitannya lebih rendah dapat memperoleh hasil yang maksimal.
Hal ini (mungkin) masih menjadi perdebatan dalam pikiran siswa. Namun apapun yang terjadi, Ujian Nasional harus dihadapi dengan bijak. Belajar dan berdoa !
Read More

Indonesia Siap Mandiri ?

            Indonesia, negeri kepulauan yang kaya akan budaya, SDA (sumber daya alam), dan SDM (sumber daya manusia). Indonesia mempunyai lebih dari 1000 suku, 17.804 pulau, dan luas hutan yang mencapai 133 hektar, serta jumlah penduduk 237.556.363 jiwa. Kekayaan laut yang melimpah ruah, belum lagi kekayaan hasil tambangnya. Begitu kayanya negeri ini. Meskipun Indonesia sangat kaya, tapi kenapa Indonesia masih di cap sebagai negara berkembang ? Di satu sisi Bangsa ini kaya, namun di sisi lain Bangsa ini terbelakang. Lari kemanakah kekayaan-kekayaan itu ?
            Indonesia masih di cap sebagai negara berkembang karena belum bisa mengoptimalkan IPTEK yang ada. Kita bandingkan dengan Jepang, pada saat bangsa ini merdeka, mereka hancur lebur akibat perang dunia II. Sekarang anda bisa lihat sendiri perbedaannya. Cukup jauh, bahkan sangat jauh. Jika di tinjau dari kekayaan alamnya, seharusnya kita bisa lebih maju dari Negara Matahari Terbit itu.
            Dengan minimnya IPTEK apakah Indonesia siap menjadi bangasa yang mandiri ? Jawabannya tentu tidak mungkin. Yang ada kita hanya di manfaatkan olah negara-negara "imperial" untuk di ambil sumber daya alamnya saja. Seperti yang terjadi di Irian Jaya, PT Freepo*t yang telah mengeruk ratusan juta ton emas namun tak sedikitpun masyarakat sekitar menikmati hasil kerukan tersebut. Kelaparan di tanah yang kaya. Yaaaa begitulah nasib mereka.
            Lalu, sebenernya bisa ga sih Indonesia menjadi bangsa yang mandiri ? sebenernya sih bisa-bisa aja. Seperti kata orang kebanyakan, "asal ada kemauan pasti ada jalan". Sekarang pertanyaannya adalah Apakah kita mau menjadi bangsa yang mandiri ? Membangun bangsa yang mandiri tidak semudah menjentikkan jari. Butuh kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat.
           Salah satu jalan menuju kemandirian bangsa adalah INOVASI ! Dengan inovasi kita bisa lebih mengoptimalkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Jika kita tela'ah lebih jauh, kita bisa menemukan berbagai inovasi-inovasi anak bangsa yang bisa membuat kita menjadi bangsa yang mandiri. Misalnya, Smells good cabinet sejenis lemari pakaian yang bisa menghilangkan bau dan mengeringkan pakaian tanpa sinar matahari. Ada lagi Saeni sang penemu bibit padi unggul dan masih banyak lagi anak bangsa yang kreatif dalam berinovasi.
           Inovasi-inovasi anak bangsa itu tidak akan berguna tanpa adanya pengembangan mendalam. Pengembangan inovasi tidaklah murah, butuh biaya yang tidak sedikit. Hampir tidak mungkin, kita sebagai anak bangsa mengembangkan inovasi kita secara independen. Tentunya ada pihak-pihak yang digandeng. Biasanya pihak yang digandeng adalah pihak swasta. Sehingga hasil yang akan didapat nantinya akan menjadi milik pihak swasta yang digandeng tersebut. Disinilah salah satu "kekurangan" bangsa Indonesia. Kita hanya memikirkan jangka pendeknya saja, sedangkan jangka panjang diabaikan. Alangkah baiknya jika pemerintah kita menaruh perhatian lebih kepada para anak-anak bangsa yang kreatif dalam berinovasi ini. Ingatkah kalian dengan Pak Habibie ? Beliau sangat dihargai di Jerman sana. Tetapi di Indonesia tidak demikian. Masih banyak Habibie-Habibie lain yang tersebar ke seluruh penjuru dunia yang terpaksa mengabdi di negara lain. Kumpulkan kembali mereka, serpihan-serpihan berlian yang berserakan. Mari bersama membangun bangsa yang mandiri. Keluarkan inovasi-inovasi menuju kemandirian bangsa. INDONESIA SIAP MANDIRI !! Ayo kita raih kemerdekaan bangsa yang sesungguhnya ! Saatnya kita menjadi bangsa yang diakui oleh masyarakat internasional !
            Demi mewujudkan itu semua Mahasiswa/i Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia menyediakan wadah yang tepat bagi kita para anak bangsa yang ingin ikut serta dalam memajukan dan memandirikan bangsa dengan inovasi-inovasi kita. Compfest, yaa itu lah wadah yang diesediakan oleh mahasiswa/i FASILKOM UI. Event ini diadakan setiap tahun. Dalam event ini kita akan banyak menemukan acara-acara menarik seperti, exhibition, workshop, seminar, dan lomba-lomba berhadiah total jutaan rupiah.
Lomba yang diadakan diantaranya:
  1. Programming competition
    Kompetisi ini diperuntukan bagi programmer-programmer muda Indonesia. Seperti yang telah kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara yang hampir setiap tahunnya menyabet medali di ajang Olimpiade Komputer tingkat Internasional
  2. Blogging competition
    Kompetisi blog ini diadakan dalam rangka mengapresiasi para blogger Indonesia yang memiliki minat tinggi dalam hal menulis. Tahukan anda jika pengguna blog di Indonesia sudah melebihi 1 juta pengguna ? 
  3. Game design competition
    Perkembangan game saat ini sangatlah pesat. Pada develompent game berbasis android dikumpulkan dalam kompetisi ini.
  4. Robotic competition
    Kompetisi robot ini diadakan dalam rangka memperkenalkan robot kepada pemuda/i Indonesia agar kelak dapat menciptakan robot-robot yang berguna bagi kehidupan kita di masa depan.
Info lebih lengkap bisa dilihat di http://compfest2011.com
Tunggu apa lagi ? bersama-sama kita bisa menjadi bangsa yang mandiri !

Sumber referensi:
kaskus.us, liputan6.com, id.wikipedia.com, bps.go.id, jpnn.com, compfest2011.com
Buku Data dan Informasi Pemanfaatan Hutan Tahun 2010; Direktorat Jendral Planologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan; November 2010
Read More

Depapepe - A Passion Melancholic ( Covered by : dhupantebe )

Video cover kami yang ketiga, berjudul a passion malancholic by depapepe. untuk selanjutnya kami akan mencoba mengcover summer parade dan butterfly.


Read More

Depapepe - Start ( Covered by: Dhupantebe )

setelah cover sky! sky! sky!, sekarang dhupantebe ngecover Start.

Depapepe - Start ( Covered by: Dhupantebe )

for next cover, kita bakalan cover a passion melancholic - depapepe. :D



Read More

Depapepe - Sky! Sky! Sky! (covered by: Dhupantebe)

DHUPANTEBE adalah salah satu project asal jadi dua remaja (agak) ganteng. Nama tersebut diambil dari nama alias personilnya yaitu DHUPAN (pandhu hutomo aditya) dan TEBE (tubagus habibullah). Yaa, disini kami mencoba untuk mengcover lagu dari Depapepe yang berjudul sky sky sky. Silahkan buffering :D.

First perform dhupantebe at SMAN 3 Depok intrnfest
Dhupantebe


Untuk selanjutnya, kami akan mengcover lagu Start - Depapepe. Dont miss it.
Read More

Curhatan BUMIku

Perkenalkan, namaku Bumi. Aku merupakan salah satu anggota keluarga TataSurya yang bertempat tinggal di "kota" Bimasakti. Menurut para peneliti usiaku sudah 4,5 miliyar tahun. Cukup tua bukan ?? tapi itu bukan masalah bagiku. Dengan usia setua itupun aku masih sanggup menampung serta menghidupi kalian umat manusia. Namun belakangan ini aku sering sakit-sakitan. Entah itu "demam" atau bahkan sampai "kelainan cuaca". Aku ingat diriku saat 280 tahun lalu, sebelum kejadian itu. Yaaa, revolusi industri. Revolusi industri telah merubah hidupku untuk selamanya. Sebelum Revolusi industri "tubuhku" masih segar bugar. Namun semenjak terjadinya revolusi industri, tubuhku sedikit demi sedikit di gerogoti oleh "virus-virus" yang haus akan harta. Dengan teganya mereka mengeksploitasi diriku tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan di kemudian hari. Tidak hanya itu, nafasku sesak akibat polusi udara yang berlebih. "Paru-paruku" juga sudah hampir musnah akibat keserakahan kalian. Sudah hampir 3 abad diriku diperlakukan seperti itu, namun aku masih berjiwa besar. Aku masih sudi memberi kehidupan bagi kalian. Entah sampai kapan aku mampu bertahan. Mungkin jika tingkah kalian tidak berubah atau bahkan makin parah, aku tidak bisa menjamin dapat menjadi tempat tinggal bagi kalian untuk 20 tahun ke depan.
Aku hanya bisa berharap agar kalian sadar. Aku membutuhkan kalian seperti halnya kalian membutuhkanku. Hewan saja bisa bersimbiosis mutualisme (saling menguntungkan), masa' kalian tidak ?? Kalau tidak, berarti kalian lebih rendah dari binatang.
aku punya beberapa permintaan :
1. Janganlah kalian rusak paru-paruku (hutan)
2. Bijaklah dalam menggunakan kekayaanku (sumber daya alam)
3. Kurangi bahkan hilangkan polusi yang mengganguku
4. Jangan jadikan aku tempat sampah dimana kau bisa membuang sampah seenaknya
5. Jangan kau cemari airku
6. Hijaukan diriku agar aku bisa tersenyum kembali.
Aku memohon dengan sangat. Kabulkanlah permintaanku. Jika kalian mengabulkannya, aku pasti siap menjadi tempat tinggal ternyaman kalian untuk Seratus Ribu tahun lagi. Namun jika tidak, bersiaplah menghadapi kehancuran. Jangan salahkan aku jika banyak terjadi bencana. Bercerminlah, apa yang kalian lakukan akan berdampak di kemudian hari baik itu baik atau buruk tergantung pada diri kalian masing-masing.
Renungkanlah....

Image source : http://rovicky.wordpress.com/
Read More