Rabu, 29 Desember 2010

Dampak Perubahan Iklim Di Mata Pelajar

perubahan iklim
Perubahan iklim, ya itulah yang sering kita dengar, kita lihat, dan kita baca di media-media informasi sekarang ini. Nampaknya perubahan iklim yang sedang melanda bumi kita ini bukan hal yang main-main atau bahasa internetnya HOAX. Dampak dari perubahan iklimpun sangat jelas kita rasakan, mulai dari musim yang tidak menentu, sampai kenaikan suhu di berbagai belahan bumi. Buka hanya pengamat iklim, atau orang tua saja. Kami pun para pelajar turut merasakan dampak dari perubahan iklim tersebut. Beberapa hari yang lalu saya sempat bertanya di 2 (dua) jejaring sosial ternama tentang "dampak perubahan iklim apa yang kalian rasakan ?". Mau lihat apa kata mereka ? yuk mari...


Facebook :

penjelasan:
Pandhu : "hey kawan seperjuangan. tanya dikit boleh dong. dampak perubahan iklim yang kalian rasain apaan sih ?"
Irinia : "kalimantan walau banyak pohonnya makin panas nih !!"

Bisa dibayangkan, kalimantan yang banyak hutannya saja makin panas. Apalagi di pulau Jawa yang hutannya sudah habis ditebang. Pasti bakalan super duper panas kan ?
Itu baru dari facebook.com. Sekarang kita ke twitter yooo !!

Twitter :

penjelasan
FadlyPradana Orang orang mulai pake baju seksi #salahgaul RT @dhupan: #nanyadong dampak perubahan iklim yg lo rasain apaan sih ?
Ini mengandung makna tersirat. Mungkin maksudnya "orang-orang mulai pakai baju terbuka karena merasakan gerahnya bumi saat ini. Jadi intinya, Bumi kita semakin panas.

Kalau sudah begini harus bagaimana ?
Sebagai pelajar, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah 'kemusnahan dini' bumi kita. Salah satunya adalah membentuk suatu organisasi yang berbasis lingkungan di sekolah kita. Disekolah saya sudah berdiri satu oraganisasi pelajar peduli lingkungan yang bernama "GREEN COMMYNITY". Komunitas hijau, begitulah bahasa lokalnya. Komunitas ini menampung siswa-siswi yang peduli akan lingkungan. Didalam komunitas tersebut kita ga cuma belajar menanam lho.. Kita juga bisa belajar mendaur ulang sampah-sampah anak sekolah untuk dijadikan sesuatu yang bernilai seni bahkan bernilai jual tinggi. Dikomunitas ini kita juga bisa belajar berwirausaha dengan bergabung bersama divisi kewirausahaan. Dan yang paling terpenting adalah kebersamaan kita, sikap gotong-royong dalam memulihkan serta memelihara lingkungan. Cara lain yang tidak kalah ampuh yaitu "One Student One tree" . Ini berlaku bukan hanya anggota komunitas, tetapi seluruh siswa di sekolah. Setiap siswa diajarkan tentang menanam pohon, dari tahap pembibitan hingga tahap pemindahan tanaman dari pot ke tanah. Manfaatnya ? waah banyak, kita hitung secara matematis saja. Jika di suatu sekolah memiliki jumlah kelas (1,2,3) 24 kelas dan siswa perkelas berjumlah 40, maka jumlah tanaman yang dihasilkan mencapai 960 pohon. Itu baru satu sekolah. Bukan hanya itu, kegiatan "one student one tree" itu dapat meningkatkan rasa kecintaan kita terhadap lingkungan Kebayang kan kalau semua sekolah bisa seperti ini ? tidak akan lagi ada yang mengeluh "hari ini panas banget ya !?". Pasti yang terdengar adalah celetukan "Waaah. adeeem ya.. ga sia-sia kita peduli sama lingkungan". Gimana ? tertarik membuat komunitas siperti "GREEN COMMUNITY" ??
green communitygreen community
Dan INGAT !! "Bumi membutuhkan kita seperti halnya kita membutuhkan bumi" so... Jagalah bumi kita agar anak cucu kita masih bisa melihat birunya langit, indahnya pelangi, dan teduhnya hutan.

support blog ini dengan mengklik iklan diatas

3 comments:

hatifah mengatakan...

siiippppppppppp.,.,

with one little action means the chain reaction.,.,

29 Desember 2010 13.52
Pandhu mengatakan...
Admin

yoman. i think so. this is one of the best solution to make world to be better (english ngaco) :D

30 Desember 2010 15.39
M. Arsyad D. mengatakan...

Ya jelas saja, karena manusia sendirilah yg membuat semua itu terjadi

16 Januari 2011 10.31

Posting Komentar

Jangan lupa kasih komentar ya !