Oxyuris vermicularis (cacing kremi) - Nemathelminthes

Oxyuris vermicularis atau sering disebut cacing kremi adalah salah satu hewan dari kelas nematoda filum Nemathelminthes. Oxyuris vermicularis disebut cacing kremi karena ukurannya sangat kecil. Cacing kremi hidup di dalam usus besar manusia. Oxyuris vemicularis tidak menimbulkan penyakit yang berbahaya, namun cacing kremi ini cukup mengganggu. Cacing kremi ini dapat menimbulkan rasa gatal yang teramat sangat di bagian anus. Infeksi cacing kremi tidak membutuhkan perantara. Cacing kremi dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang telah terkontaminasi telur cacing. Pengulangan daur infeksi cacing kremi pada umumnya secara autoinfeksi, artinya dilakukan oleh penderita sendiri. Pada saat tertentu, cacing betina keluar dari anus untuk bertelur. Saat inilah timbul rasa gatal. Jika penderita menggaruk dan tidak menjaga kebersihan tangannya, maka infeksi cacing kremi ini akan terjadi kembali.

Daftar pustaka : Buku Catatan Sekolah
Read More

Necator americanus (cacing tambang) - Nemathelminthes

Necator americanus atau lebih dikenal dengan nama cacing tambang adalah salah satu cacing yang merugikan manusia dari kelas Nematoda dan Filum Nemathelminthes. Necator americanus(cacing tambang) umumnya banyak di jumpai di daerah pertambangan. Menurut wikipedia, seperempat penduduk dunia telah terinfeksi cacing tambang ini. Infeksi paling sering ditemukan di tempat lembab dengan tingkat kebersihan yang rendah. Cacing ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui pori-pori. Bentuk infektif (yang menginfeksi) dari Necator americanus adalah filariform. Telur yang menetas tumbuh menjadi rhabditiform kemudaian menjadi filariform.

Daftar pustaka : Buku Catatan Sekolah
Read More

Ascaris lumbricoides (cacing perut) - Nemathelminthes

Ascaris lumbricoides atau yang lebih dikenal dengancacing perut merupakan salah satu cacing yang merugikan bagi manusiadari kelas Nematoda dalam Filum Nemathelminthes. Ascaris lumbricoides hidup di dalam tubuh tepatnya di dalam usus halus. Ascaris lumbricoides hidup di dalam usus halus karena di dalam usus halus cacing perut ini dapat memperoleh makanan dengan mudah. Ascaris lumbricoides masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang telah terkontaminasi telur cacing perut. Biasanya telur cacing perut dibawa oleh lalat, ketika lalat itu hinggap di makanan dan makanan itu kita makan maka kemungkinan besar cacing ini akan tumbuh di dalam tubuh kita. Setelah telur masuk ke dalam tubuh, telur akan menetas dan akan menjadi cacing ke dalam usus halus. Karena ukurannya yang microscopis, maka cacing ini dapat menembus dinding-dinding usus, jalan terus hingga ke paru-paru. Sampai paru-paru cacing perut ini terus berjalan ke trakea lalu kembali lagi ke dalam usus halus melalui esofagus.

Daftar pustaka : Buku Catatan Sekolah
Read More

Belajar Stop Motion

Tau ga apa itu stop motion ?
Stop motion itu video yang dibuat dari kumpulan beberapa/banyak gambar yang saling berhubungan satu sama lain.
Pelajaran ini saya dapat di salah satu ekskul di SMA Negeri 3 Depok. Nama ekskulnya "3Cinema". Keren kan. Bikin stop motion itu susah susah gampang. Artinya banyak susahnya daripada gampangnya. hhe.. Dalam membuat stop motion, kita dituntut untuk bersikap sabar.
Kenapa harus sabar ?
Karena dalam membuat stop motion itu kita harus menyiapkan banyak gambar. Tidak hanya belasan gambar, gambar yang diperlukan antara puluhan sampai ratusan bahkan ribuan gambar. Gimana ? Udah mulai stress ?
Nah, untuk menyatukan gambar-gambar tersebut hingga menjadi video, kita bisa menggunakan aplikasi Windows Movie Maker. Untuk lebih lengkap tentang cara membuat Stop motion, tinggal tanya sama mbah google aja bro.. haha

Gue cuma bisa kasih contoh stop motion yang udah gue buat dengan 'lumayan susah payah' ..
Buffering dulu ! kaga lama kok

Video di atas menggunakan '132' gambar yang di satukan sehingga menjadi video

Nah. mungkin kaya gitulah contoh stop motion .. Udah ada gambaran kan.
Sekarang, Mulailah berkarya !
Semoga bermanfaat.
Read More

Phylum Nemathelminthes

Lanjutan dari postingan sebelumnya yang berjudul Phylum Platyhelminthes, kali ini kita akan membahas masih tentang cacing. Tapi cacing yang ini berbeda dengan cacing sebelumnya. Cacing-cacing yang akan kita bahas termasuk ke dalam Phylum Nemathelminthes atau sering disebut juga Nematoda. Nemathelminthes berasal dari bahasa yunani yaitu nema = benang, dan helminthes = cacing. Jadi Nemathelminthes itu hewan Cacing yang berbentuk seperti benang. Sturktur tubuh Nemathelminthes berbeda dengan Platyhelminthes. Tubuh Nemathelminthes sudah memiliki rongga walaupun hanya rongga semu. Oleh sebab itulah Nemathelminthes disebut hewan Triploblastik Pseudoselomata.

Pokok bahasan
  1. Ciri-ciri Nemathelminthes
  2. Ciri tubuh Nemathelminthes
  3. Cara Hidup dan Habitat Nemathelminthes
  4. Reproduksi Nemathelminthes
  5. Klasifikasi Nemathelminthes



Ciri-Ciri Nemathelminthes

  1. Merupakan hewan multiseluler avertebrata
  2. Hidup parasit di dalam tubuh makhluk hidup lain, dan ada juga yang hidup bebas
  3. Merupakan hewan Triploblasik Pseudoselomata
  4. Tubuhnya simetri Bilateral
  5. Tubuh dilapisi kutikula yang berfungsi untuk melindung diri
  6. Memiliki sistem pencernaan
  7. Tidak memiliki pembuluh darah dan sistem respirasi
  8. Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu yang berbeda
  9. Reprduksi secara seksual
  10. Telurnya dapat membentuk kista.


Ciri tubuh

Nemathelminthes pada umumnya memiliki ukuran tubuh yang mikroskopis, namun ada juga yang mencapai panjang 1 meter. Individu betina memiliki ukuran lebih besar daripada individu jantannya. Permukaan tubuh Nemathelminthes dilapisi oleh Kutikula. Kutikula itu sendiri berfungsi sebagai pelindung Nemathelminthes dalam menghadapi enzim-enzim pencernaan di dalam tubuh inangnya. Nemathelminthes sudah memiliki alat pencernaan yang lengkap mulai dari mulut, faring, usus, dan anus. Mulut nemathelminthes berada di bagian depan (anterior), sedangkan anus berada di ujung belakang (posterior). Nemathelminthes tidak memiliki sistem peredaran darah jadi sari sari makanan diedarkan melalui cairan pada pseudoselom. Nemathelminthes tidak memiliki sistem respirasi. Jadi dia bernafas secara difusi melalui permukaan tubuh. Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu yang berbeda.
Nemathelminthes
struktur tubuh Nemathelminthes betina


Cara Hidup dan Habitat Nemathelminthes

Nemathelminthes hidup bebas ataupun parasit. Nemathelminthes yang hidup bebas berperan dalam penguraian sampah organik. Sedangkan yang hidup secara parasit, dia mengambil makanan dari sari makanan atau darah inangnya.
Nemathelminthes yang hidup bebas terdapat di tanah becek di dasar perairan tawar atau laut. Sedangkan Nemathelminthes yang hidup parasit hidup di dalam tubuh makhluk hidup. Hampir seluruh hewan merupakan habitan bagi si Nemathelminthes.

Reproduksi Nemathelminthes

Nemathelminthes melakukan reproduksi secara seksual yang bersifat gonokoris. Gonokoris yaitu organ kelamin jantan dan betina terpisah di individu yang berbeda. Proses pembuahan (fertilisasi) terjadi secara internal. Fertilisasi dapat menghasilkan lebih dari seratus ribu telur per hari. Telur dapat membentuk kista. Kista ini dapat bertahan hidup di tempat yang tidak menguntungkan.

Klasifikasi Nemathelminthes

Phylum Nemathelminthes dibagi menjadi dua kelas yaitu:
  1. Nematoda
  2. Nematophora.
Kelompok nematoda yang merugikan manusia.
Nah .. mungkin sekian dulu .. yang lain akan menyusuul ..
semoga bermanfaat.


Daftar pustaka : Buku Catatan Sekolah
Read More

Scyphozoa - Phylum Coelenterata

Scyphozoa adalah salah satu dari tiga kelas Phylum Coelenterata. Scyphozoa berasal dari bahasa Yunani, scypho = mangkuk dan Zoa = hewan. Jadi dengan demikian Scyphozoa adalah hewan yang memiliki bentuk tubuh seperti mangkuk. Pada umumnya, Scyphozoa memiliki bentuk dominan berupa medusa. Medusa Scyphozoa dikenal dengan ubur-ubur. Medusa Scyphozoa umumnya memiliki ukuran 2-40 cm. Scyphozoa bereproduksi secara seksual dan aseksual.

Lihat gambar !
SIKLUS AURELIA

Polip yang berukuran kecil (skifistoma) tumbuh menjadi polip berukuran besar ( Strobila ). Kemudian satu persatu kuncup stobila itu lepasa dan menjadi efira. Efira itu akan tumbuh menjadi medusa jantan ataupun betina. Medusa jantan menghasilkan sperma sedangkan medusa betina menghasilkan ovom. Ketika itu terjadilah fertilisasi di dalam air. Hasil dari fertilisasi itu membentuk zigot. Zigot itu berkembang menjadi planula dan kemudian menempel di tempat yang cocok hingga menjadi polip (skifistoma)
Secara sederhana, siklus Aurelia dapat di tulis sebagai berikut.
Fertilisasi sperma dan ovum di air -- zigot planula (larva bersilia) -- skifistoma (fase polip) -- strobila (kuncup) -- efira -- medusa -- medusa jantan dan betina.



Contoh dari scyphozoan antara lain :
1. Cyanea
2. Chrysaora fruttescens

Semoga bermanfaat..
Daftar pustaka : Buku Catatan Sekolah
Read More

Teka-Teki Bola

Hey kawan.. gue punya teka-teki nih lumayan lah buat manas-manasin otak. Teka teki ini diambil dari Soal Seleksi Olimpiade Komputer Tingkat Kota/kabupaten pada tahun 2008.
Begini soalnya.

Delapan buah bola masing-masing bertuliskan angka yang berlainan satu dengan yang lainnya mulai dari a, a+1, a+2, a+3,.. dst hingga a+7. Bola ditempatkan secara acak ke dalam 8 kotak yang masing-masing ditandai dengan huruf S, T, U, V, W, X, Y, dan Z. Setelah ditempatkan diketahui bahwa :
  1. W berisi bola dengan angka bernilai 4 lebih besar dari pada angka bola dalam Z dan bernilai 3 lebih kecil dengan angka bola dalam X
  2. Sedangkan S berisi bola dengan angka bernilai lebih besar dari pada angka bola di dalam T, dan lebih kecil daripada angka bola di dalam X
  3. U berisi bola dengan angka yang merupakan nilai rata-rata dari angka bola dalam V dan X

Pertanyaannya
  1. Jika nilai terendah dari angka-angka tersebut adalah 8 (a=8), berapakah angka bola dalam W ?
  2. Jika V lebih kecil dari W, dan T lebih besar daripada Y, tentukan urutan yang benar dari kecil ke besar !!

Nah .. silahkan sobat pikirkan .. lumayan
Jika sudah menemukan jawabannya, jawab dengan cara posting komentar .. hhehe
mungkin itu aja deh ,
Semoga bermanfaat..
Read More

Cek Seberapa Famous/terkenalkah Anda ?

Buat sobat yang merasa famous di dunia maya, tunggu dulu. Kali ini kita akan mengecek seberapa famouskah sobat ?? Sebagai dewan juri kita akan menggunakan search engine terbesar di jagat raya . Tak lain dan tak bukan dalah Google.
Kenapa kita perlu mengecek seberapa famouskah kita ? jawabannya simple aja, Yaa paling cuma buat pamer ke temen temen doang .. hhaha ..
Kenapa harus Google search engine ? Karena search engine yang satu ini telah lulus tes uji coba pihak kami.
Terus kenapa nenek nenek ga bisa salto ? jawabannya, karena nenek nenek ... Ah udah ah . kaga jelas pertanyaanya.

Ok sob kita mulai.
  1. Pergi ke http://www.google.com
  2. Ketikkan nama sobat dengan di ampit dua tanda kutip ( misal "Pandhu Hutomo Aditya")
    Pandhu blog -- cek famous
    Tanda petik yang mengampit itu berfungsi sebagai pengunci kata/frase/kalimat.
  3. Klik search.
  4. lihat di kanan sebelah atas (di atas hasil pencarian) disitu tertera 1-10 dari ___ (lihat gambar!)
    cek famous
    gambar diatas disebutkan bahwa hasil pencarian mencapai 512 hasil. Berarti tingkan kefamousan saya mencapai 512.
  5. Bagikan postingan ini buat pamer ke teman kalian
  6. Jangan lupa posting komentar.. hhehe

Mungkin segitu aja kali ya ..
Semoga bermanfaat
Read More

Phylum Platyhelminthes

Setelah membahas dua filum yaitu Filum Porifera dan Filum Coelenterata, kali ini kita akan sama-sama belajar tentang Filum Platyhelminthes. Platyhelminthes berasal dari bahasa yunani, Platy = Pipih dan Helminthes = cacing. Oleh sebab itulah Filum platyhelminthes sering disebut Cacing Pipih. Platyhelminthes adalah filum ketiga dari kingdom animalia setelah porifera dan coelenterata. Platyhelminthes adalah hewan triploblastik yang paling sederhana. Cacing ini bisa hidup bebas dan bisa hidup parasit. Yang merugikan adalah platyhelminthes yang hidup dengan cara parasit



Materi pembahasan
  1. Ciri-ciri Platyhelminthes
  2. Bentuk tubuh
  3. Struktur tubuh
  4. Reproduksi
  5. Cara hidup
  6. Klasifikasi

Ciri-ciri Platyhelminthes:
  1. Memiliki tiga lapisan tubuh (triploblastik)
  2. Tidak memiliki rongga tubuh (aselomata)
  3. Simetri bilateral
  4. Memiliki sistem syaraf (tangga tali) berupa Ganglion anterior
  5. Sistem pencernaan satu lubang
  6. Tidak memiliki sitem sirkulasi, respirasi, dan ekskresi
  7. Hidup di air tawar/laut, tempat lembab, atau di dalam tubuh hewan lain.
Kita akan membahas lebih lanjut tentang ciri ciri Platyhelminthes.

Bentuk tubuh

Tubuh Platyhelminthes simetri bilateral yang berbentuk pipih. Ukuran platyhelmintes sangat beragam, mulai dari yang hampir mikroskopis sampai yang panjangnya 20 meter. Bayangkan saja cacing sepanjang 20 m hidup di dalam tubuh kita.. bagaimana perasaan sobat ??

Struktur tubuh

Seperti yang sudah ditulis di atas, Filum Platyhelminthes adalah hewan triploblastik yang terdiri dari ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Platyhelminthes tidak memiliki rongga tubuh (selom), jadi mereka disbut hewan aselomata.
Sistem pencernaan pada Platyhelminthes terdiri dari mulut, faring dan usus. Usus tersebar ke seluruh tubuh. Karena Platyhelminthes tidak memiliki anus, maka sistem pencernaan Platyhelminthes disebut juga sistem pencernaan satu lubang.
Platyhelminthes juga tidak memiliki sistem respirasi dan ekskresi. Pernapasan dilakukan secara difusi oleh seluruh sel tubuh Platyhelminthes.
Platyhelminthes tertentu memiliki sistem saraf tangga tali. Sistem saraf tangga tali terdiri dari sepasang simpu saraf (ganglia) dengan sepasang tali saraf yang memanjang dan bercaang melintang seperti tangga.
Organ reproduksi jantan dan betina berada di dalam satu individu Platyhelminthes sehingga disebut hermafrodit.

Reproduksi

Reproduksi Platyhelminthes dilakukan secara seksual dan aseksual. Pada Reproduksi seksual terjadi fertilisasi di dalam tuubuh Platyhelminthes. Fertilisasi dapat dilakukan oleh sendiri atau dua individu.
Sedangkan reproduksi aseksual dilakukan dengan cara faragmentasi. Setelah membelah, bagian potongan tubuh tersebut mengalami regenerasi dan tumbuh menjadi individu baru.

Cara hidup

Platyhelminthes bisa hidup bebas ataupun parasit. Platyhelminthes yang hidup bebas memakan organisme lain. Sedangkan Platyhelminthes parasit hidup pada jaringan inangnya (manusia, siput, babi, sapi, dll).

Klasifikasi

Platyhelminthes dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda (cacing isap), dan Cestoda (cacing pita).

Turbellaria (Cacing berambut getar)

Turbellaria adalah platihelminthes yang memiliki silia pada permukaan tubuhnya yang berfungsi sebagai alat gerak. Salah satu contoh turbellaria adalah Dugesia. Bentuk tubuh bagian depan (anterior) Dugesia berbentuk segitiga dan terdapat sepasang bintik mata. Bintik mata itu berfungsi sebagai pembeda keadaan gelap dan terang. Dugesia juga memiliki indera pembau yang disebut aurikel. Aurikel ini di gunakan Dugesia saat mencari makananya. Dugesia merupakan hewan hermafrodit, namun reproduksi seksual Dugesia harus dilakukan dua individu. Zigot yang terbentuk berkembang tanpa melalui fase larva. Sedangkan reproduksi aseksualnya dilakukan dengan cara fragmentasi dan bagian potongan tubuhnya itu akan melakukan regenerasi dengan daya regenerasi yang sangat tinggi sehingga membentuk individu baru.

Trematoda(Cacing isap)

Trematoda disebut cacing isap karena cacing ini memiliki alat pengisap di bagian depan (anterior) tubuhnya. Alat penghisap digunakan untuk menempel pada tubuh inang. Trematoda merupakan hewan parasit, dia mengambil mekanan berupa cairan tubuh atau jaringan inangnya saat ia menempel. Salah satu contoh trematoda adalah Fasciola hepatica. Fasciola hepatica memiliki Daur hidup yang kompleks karena melibatkan setidaknya dua inang. Inang utama dan inang perantara.

Daur hidup cacing hati (Fasciola hepatica)



keterangan:
  1. Reproduksi seksual Fasciola hepatica menghasilkan telur pada hati dan kemudian berpindah ke aliran darah ke empedu dan usus, kemudian keluar bersama tinja.
  2. Telur menetas dan tumbuh menjadi mirasidium bersilia di tempat basah.
  3. Mirasidium menginfeksi inang perantara yaitu Lymnaea atau siput air.
  4. Mirasidium berubah menjadi sporokis di dalam tubuh inang perantara (siput air).
  5. Sporokis berkembang secara aseksual menjadi redia.
  6. Redia bermetamorfosis menjadi serkaria. Serkaria ini keluar dari tubuh siput dan menempel paa turmbuhan atau rumput air.
  7. Serkaria membentuk cacing muda atau metaserkaria.
  8. Metaserkaria termakan oleh hewan dan kemudian menjadi cacing dewasa di dalam organ hati.
Cestoda (Cacing pita)

Cestoda disebut cacing pita karena bentuknya yang pipih panjang seperti pita yang terdiri dari bagian skoleks, leher, dan proglotid. Pada skoleks terdapat alat penghisap dan kait (rostelum). Alat penghisap dan kait digunakan untuk menempel pada tubuh inang. DI bagian belakan skoleks pada bagian leher terbentuk proglotid. Setiap proglotid mengandung organ kelamin janatan dan betina.
Inang utama cacing cestoda dewasa adalah vertebrata termasuk manusia. Cestoda menghisap sari makanan dari usus halus ingangnya. Oleh karena itu cestoda disebut hewan parasit. Taenia saginata adalah cestoda dengan sapi sebagai perantara. Sedangkan Taenia solium adalah cestoda dengan babi sebagai perantaranya.

mungkin sekian dulu .. jika ada yang ingin menambahkan silahkan .. Correct me if I'm wrong..
semoga bermanfaat.
Daftar pustaka : Buku Catatan Sekolah
Read More